0 Kami memang layak menang - Sathianathan
Sumber Utusan Malaysia Online
KUALA LUMPUR - Jurulatih Kelantan, B. Sathianathan berkata, pasukannya sememangnya layak bergelar juara Piala Malaysia, kerana memberikan prestasi terbaik sepanjang musim.Menurutnya, rekod hanya tewas dua kali dalam saingan Liga Malaysia (Liga-M) sepanjang musim ini, akhirnya diiktiraf dengan kejayaan memenangi Piala Malaysia, apabila mengalahkan Negeri Sembilan 2-1 pada perlawanan akhir di Stadium Nasional Bukit Jalil, semalam.
KATEGORI:
berita
0 Bayi Tersedak Susu : Punca dan Bantuan Kecemasan
KES kematian akibat menyusu ketika tidur bukan sesuatu yang baru. Hampir setiap bulan, kemalangan disebabkan tersedak susu atau tercekik makanan dilaporkan media yang kebanyakannya berlaku di pusat penjagaan kanak-kanak.
Ia sesuatu yang cukup malang apabila bayi yang baru saja mengenal dunia tidak dapat meneruskan kehidupan dek kelalaian ibu bapa atau penjaganya sendiri. Belum lagi dengan emosi si ibu dan bapa yang tidak dapat menerima hakikat kehilangan anak tersayang disebabkan kecuaian.
KATEGORI:
maklumat
0 Gunakan produk ni kalau mahu cantikkk
Firman Allah dalam surah Al-Hujurat ayat 6 yang Tafsirnya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini - dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) - sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan."
0 Sejarah Penciptaan Manusia
Allah menciptakan manusia dan jin untuk beribadah kepada-Nya. Ketika Allah berrencana untuk menciptakan manusia, maka Malaikat bertanya kepada Allah :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”” (Al-Baqarah : 30)
Kemudian Allah mengajarkan kepada Adam nama – nama semua benda. Dan ini menunjukkan bahwa Adam (manusia diberi kelebihan dari segi pengetahuan daripada malaikat). Terdapat dalam surat Al-Baqarah pada ayat selanjutnya.
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” (31). Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (32). Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (33).
Allah telah memberikan kedudukan yang tingi kepada manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dan Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya. Dan ia akan tetap dalam kedudukan yang tinggi itu jika ia tetap dalam ketaatannya untuk berada dalam ketaqwaan kepada Allah. Akan tetapi kedudukan yang tinggi itu akan menjadi kedudukan yang paling ruendah, lebih ruendah daripada hewan jika ia memilih untuk durhaka kepada Allah, beribadah kepada selain Allah, padahal ia tidak diperintahkan untuk beribadah kecuali hanya kepada-Nya.
Allah berfirman dalam Surat At-Tiin : 1-8.
1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun
2. dan demi bukit Sinai
3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman
4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)
6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya
7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Sebagai bukti bahwa manusia itu memiliki kedudukan lebih tinggi daripada malaikat dan jin, Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah : 34.
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”
Sujud disini maksudnya ialah menghormati dan memuliakan Adam, bukan sujud menghambakan diri, karena menghambakan diri itu hanyalah kepada Allah saja.
Pada awalnya, manusia bertempat di dalam Syurga.
Ayat selanjutnya :
“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini (yaitu pohon khuldi), yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim (35). Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan (maksudnya ada batas usia bagi manusia, kemudian meninggal). (36). Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (37).”
Kemudian,
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(38) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (39).”
Ayat ini membuktikan bahwa kehidupan manusia bermula juga dari manusia, bukan berasal dari teori evolusi yang dikarang dan direkayasa, dibenar-benarkan, di permak sedemikian rupa sehingga dapat dilogis, yang kemudian masuk ke dalam kurikulum pendidikan di negeri kita, dan dipercaya di seluruh dunia.
Nah, dari sinilah sejarah manusia bermula. Allah sudah menegaskan bahwa manusia diberi usia, dan akan datang petunjuk yang akan membimbing manusia agar jika setelah meninggal nanti ia kembali ke Syurga bukan ke neraka.
Kemudian Adam dan Hawa beranak pinak. Dari dua menjadi empat, enam dan seterusnya. Ketika masih sedikit, anak – anak Adam masih mudah untuk dibimbing agar tetap mematuhi peraturan Allah. Namun, seiring berjalannya waktu, manusia menjadi semakin banyak, menjadi suku – suku dan berbangsa – bangsa, mereka memiliki berbagai macam kepentingan. Dan sudah menjadi watak manusia memang, bahwa mereka ada yang sok tahu, sombong, angkuh dan lain – lain sebagainya. Dan ini juga karena bujukan dan rayuan syaithon.
Allah menyayangi manusia dan berharap agar mereka tidak masuk ke neraka dikarenakan mereka durhaka kepada Allah dan tidak mematuhi peraturannya. Maka untuk suatu kaum tertentu Allah memilih seorang laki – laki untuk menyuruh manusia agar taat kepada Allah dan agar tidak mengikuti bujukan dan rayuan Syaithon.
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raaf : 27)
Seorang laki – laki itu diberi bimbingan oleh Allah dengan perantaraan Malaikat yang bertugas untuk menyampaikan wahyu dari Allah, yaitu Malaikat Jibril (Inggris : Gabriel). Ia disebut dengan Nabi jika ia menyeru kaumnya dengan tuntunan sama dengan Nabi yang terdahulu. Dan ia disebut Rasul jika ia membawa Syari’at (aturan) baru dari Allah.
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (An-Nahl : 36)
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”” (Al-Baqarah : 30)
Kemudian Allah mengajarkan kepada Adam nama – nama semua benda. Dan ini menunjukkan bahwa Adam (manusia diberi kelebihan dari segi pengetahuan daripada malaikat). Terdapat dalam surat Al-Baqarah pada ayat selanjutnya.
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” (31). Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (32). Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (33).
Allah telah memberikan kedudukan yang tingi kepada manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dan Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya. Dan ia akan tetap dalam kedudukan yang tinggi itu jika ia tetap dalam ketaatannya untuk berada dalam ketaqwaan kepada Allah. Akan tetapi kedudukan yang tinggi itu akan menjadi kedudukan yang paling ruendah, lebih ruendah daripada hewan jika ia memilih untuk durhaka kepada Allah, beribadah kepada selain Allah, padahal ia tidak diperintahkan untuk beribadah kecuali hanya kepada-Nya.
Allah berfirman dalam Surat At-Tiin : 1-8.
1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun
2. dan demi bukit Sinai
3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman
4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)
6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya
7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Sebagai bukti bahwa manusia itu memiliki kedudukan lebih tinggi daripada malaikat dan jin, Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah : 34.
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”
Sujud disini maksudnya ialah menghormati dan memuliakan Adam, bukan sujud menghambakan diri, karena menghambakan diri itu hanyalah kepada Allah saja.
Pada awalnya, manusia bertempat di dalam Syurga.
Ayat selanjutnya :
“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini (yaitu pohon khuldi), yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim (35). Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan (maksudnya ada batas usia bagi manusia, kemudian meninggal). (36). Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (37).”
Kemudian,
“Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(38) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (39).”
Ayat ini membuktikan bahwa kehidupan manusia bermula juga dari manusia, bukan berasal dari teori evolusi yang dikarang dan direkayasa, dibenar-benarkan, di permak sedemikian rupa sehingga dapat dilogis, yang kemudian masuk ke dalam kurikulum pendidikan di negeri kita, dan dipercaya di seluruh dunia.
Nah, dari sinilah sejarah manusia bermula. Allah sudah menegaskan bahwa manusia diberi usia, dan akan datang petunjuk yang akan membimbing manusia agar jika setelah meninggal nanti ia kembali ke Syurga bukan ke neraka.
Kemudian Adam dan Hawa beranak pinak. Dari dua menjadi empat, enam dan seterusnya. Ketika masih sedikit, anak – anak Adam masih mudah untuk dibimbing agar tetap mematuhi peraturan Allah. Namun, seiring berjalannya waktu, manusia menjadi semakin banyak, menjadi suku – suku dan berbangsa – bangsa, mereka memiliki berbagai macam kepentingan. Dan sudah menjadi watak manusia memang, bahwa mereka ada yang sok tahu, sombong, angkuh dan lain – lain sebagainya. Dan ini juga karena bujukan dan rayuan syaithon.
Allah menyayangi manusia dan berharap agar mereka tidak masuk ke neraka dikarenakan mereka durhaka kepada Allah dan tidak mematuhi peraturannya. Maka untuk suatu kaum tertentu Allah memilih seorang laki – laki untuk menyuruh manusia agar taat kepada Allah dan agar tidak mengikuti bujukan dan rayuan Syaithon.
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raaf : 27)
Seorang laki – laki itu diberi bimbingan oleh Allah dengan perantaraan Malaikat yang bertugas untuk menyampaikan wahyu dari Allah, yaitu Malaikat Jibril (Inggris : Gabriel). Ia disebut dengan Nabi jika ia menyeru kaumnya dengan tuntunan sama dengan Nabi yang terdahulu. Dan ia disebut Rasul jika ia membawa Syari’at (aturan) baru dari Allah.
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (An-Nahl : 36)
KATEGORI:
renungan
0 Gambar Mislina Mustaffa Separa Botak di Festival FIlem Malaysia 23
Terkejut juga bila tengok Mislina Mustaffa hadir dengan imej barunya ni. Botak. Ini mengingatkan Budiey dengan beberapa artis yang pernah melakukan imej yang sama. Rasanya, mungkin imej baru Mislina tanpa rambut ni ada kena mengena dengan kariernya sebagai pelakon. Segalanya bersebab. Budiey pun tak sempat nak tanya pelakon berkarakter dan berbakat besar ni tentang imej terbarunya ni. Yang Budiey dengar, terbaru Mislina membawakan watak Zaiton Sameon dalam filem kisah benar berjudul Zaiton.
Apa-apa pun, Mislina pastinya rasa gembira apabila namanya dicalonkan dalam senarai kategori Pelakon Wanita Terbaik di Festival Filem Malaysia ke-23 bersama 3 orang pelakon muda iaitu Lisa Surihani, Putri Mardiana dan Jasmine Michael. Walaupun peluang dikatakan untuk Mislina agak cerah, namun nasib berpihak kepada Lisa Surihani untuk menjulang trofi kategori ini.
Walaupun tahniah buat Mislina atas pencapaian ini. Mislina adalah pelakon yang sudah lama berjuang dalam bidang seni dan lakonannya sangat membanggakan dengan watak yang sangat mencabar.
Berikut ini, gambar Mislina dengan imej barunya di red carpet FFM23.
Apa-apa pun, Mislina pastinya rasa gembira apabila namanya dicalonkan dalam senarai kategori Pelakon Wanita Terbaik di Festival Filem Malaysia ke-23 bersama 3 orang pelakon muda iaitu Lisa Surihani, Putri Mardiana dan Jasmine Michael. Walaupun peluang dikatakan untuk Mislina agak cerah, namun nasib berpihak kepada Lisa Surihani untuk menjulang trofi kategori ini.
Walaupun tahniah buat Mislina atas pencapaian ini. Mislina adalah pelakon yang sudah lama berjuang dalam bidang seni dan lakonannya sangat membanggakan dengan watak yang sangat mencabar.
Berikut ini, gambar Mislina dengan imej barunya di red carpet FFM23.
KATEGORI:
artis
1 Kencing muka lafaz talak tiga
Adoiii..apa dah jadi dengan dunia sekarang?..Aku pun pening la dan aku tumpang simpati denagn kejadian yang menimpa kepada wanita ni...Apa punya jantan daaa
Masa bercinta bukan main suka...sanggup kawin kat negara jiran tapi sekarang apa dah jadi..Bersabar aje lahh..nak tahu berita lanjut korang baca lah harian metro...
Masa bercinta bukan main suka...sanggup kawin kat negara jiran tapi sekarang apa dah jadi..Bersabar aje lahh..nak tahu berita lanjut korang baca lah harian metro...
KATEGORI:
berita
Subscribe to:
Posts (Atom)














.jpg)







