Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

0 Fenomena Hikayat 1001 malam

Hikayat 1001 Malam yang merupakan sumbangsih peradab-an Islam, kini telah menjadi cerita rakyat seluruh dunia. Sastra epik Arab di zaman kekhalifahan itu telah memberi pengaruh yang besar dalam peradaban manusia terutama dalam bidang kebudayaan.

’Buku ibu’ sastra tradisional Arab. Begitulah para sastrawan dunia menjuluki kitab alf layla wa-layla (hikayat 1001 Malam). Karya sastra epik Arab terbaik yang amat fenomenal itu merupakan buah karya para sastrawan Muslim di era keemasan. Meski telah berusia 12 abad, hikayat 1001 Malam masih memiliki pengaruh yang besar terhadap budaya Arab maupun non-Arab.


Karya sastra epik yang melegenda itu merupakan salah satu bukti kontribusi para sastrawan Muslim di zaman kekhalifahan bagi jagad sastra dunia. Hikayat 1001 Malam yang begitu fenomenal tak pernah mati digilas zaman. Cerita rakyat yang sangat fenomenal itu selalu diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi lainnya dalam peradaban manusia.

Sejatinya hikayat 1001 Malam merupakan kumpulan cerita berbingkai yang sambung-menyambung dan menampilkan beragam tokoh yang berbeda-beda. Cerita rakyat yang berkisah tentang berbagai legenda, dongeng, fabel, dan roman dengan beragam latar yang berbeda seperti Baghdad, Basrah, Kairo, Damaskus, Cina, Yunani, India, Afrika Utara dan Turki itu muncul pada abad ke-9 M. Ketika itu, Baghdad ibu kota Dinasti Abbasiyah telah menjelma sebagai metropolis intelektual dunia. Selain dikenal sebagai kota ilmu pengetahuan dan peradaban, di era kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid (786 M - 803 M) Baghdad pun menjadi kota perdagangan yang sangat penting di dunia.

Kota itu menjadi tempat persinggahan para saudagar dari berbagai belahan dunia, seperti India, Cina, Afrika serta Eropa. Konon, pada era itulah cikal-bakal hikayat 1001 Malam mulai dirajut. Terdapat beragam versi tentang asalmuasal lahirnya karya sastra epik Arab yang termasyhur itu. NJ Dawood dan William Harvey dalam bukunya berjudul Tales from the Thousand and One Nights mengungkapkan, hikayat 1001 Malam merupakan satra epik yang berasal dari tiga rumpun kebudayaan dunia, yakni India, Persia, dan Arab.

‘’Masterpieces seni cerita bertutur itu berasal dari sebuah buku dari Persia yang hilang berjudul Hazar Afsanah (Seribu Legenda),’‘ papar Dawood dan Harvey. Menurut keduanya, buku cerita dari Persia itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada tahun 850 M. Hazar Afsanah, imbuh keduanya, berisi tentang cerita rakyat India dan Persia. ‘’Para pendongeng Muslim yang profesional membumbui dan mengadopsi cerita itu dengan warna lokal Arab.’‘ Versi lainnya menyebutkan, hikayat 1001 Malam sebagai kumpulan ceritera rakyat Arab. Adalah Abu Abdullah bin Abdus Al-Jasyayari seorang pengarang Muslim terkemuka yang merangkai dan dan menulis kisah yang legendaris itu. Kitab alf layla wa-layla yang ditulis Al-Jasyayari ide ceritanya berasal dari Hazar Afsanah yang diterjemahkannya ke dalam bahasa Arab.

Pendapat lainnya menuturkan, do ngeng 1001 Malam yang dikenal dalam ba ha sa Persia berjudul Hezar-o yek sab itu merupakan sebuah kumpulan cerita yang disusun selama berabad-abad oleh be gitu banyak pengarang, penerjemah, dan sarjana. Cerita rakyat yang mulai la hir antara abad ke-8 M hingga 9 M itu berawal dan berakar dari cerita rakyat Arab dan Yaman Kuno, India Kuno, Asia Kecil Kuno, Persia Kuno, Mesir Kuno, Suriah Kuno, dan era kekhalifahan Islam. Cerita rakyat India mewarnai dongeng 1001 Malam melalui fabel Sansekerta kuno. Sedangkan, cerita rakyat Baghdad hadir dalam hikayat yang populer itu melalui Kekhalifahan Abbasiyah.

Sosok Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Abu Nuwas - penyair terkemuka di era kekuasaan Abbasiyah muncul dalam cerita rakyat yang begitu melegenda itu. Kumpulan cerita rakyat itu mengangkat kisah tentang seorang ratu Sassanid bernama Scheherazade. Dalam dongeng 1001 Malam itu, sang Ratu menceritakan serantai kisah-kisah yang menarik pada suaminya, Raja Shahryar. Cerita demi cerita yang dikisahkan sang ratu pada raja merupakan upaya cerdik yang dilakukannya untuk menunda hukuman mati atas dirinya. Malam demi malam, Ratu Scheherazade bercerita pada sang raja.

Scheherezade mengakhiri kisahnya dengan akhir yang menegangkan dan menggantung. Sehingga, sang raja dibuat tertarik dan penasaran untuk mendengar kelanjutan kisah dari sang ratu. Setiap kisah yang diceritakan ratu mampu membetot perhatian raja. Sang raja pun selalu menangguhkan perintah hukuman mati bagi Scheherazade.

Hikayat 1001 Malam mengandung beragam cerita seperti, kisah percintaan, tragedi, komedi, syair, ejekan, serta beragam bentuk erotika. Sejumlah kisah yang termuat dalam 1001 Malam juga melukiskan tentang jin, tukang sihir, tempat-tempat legendaris yang sering kali menampilkan tempat dan orangorang yang sesungguhnya. Khalifah Harun Ar-Rasyid, Abu Nuwas dan Wazir (perdana menteri) Ja’far Al-Barmaki juga menjadi tokoh cerita. Popularitas Hikayat 1001 Malam semakin mengkilap lantaran diramikan dengan kisah-kisah lainnya yang menarik seperti, Aladdin dan Lampu Wasiat, Ali Baba, Sinbad si Pelaut, serta 40 Pencuri.

Namun, kisah-kisah yang justru cerita rakyat Timur Tengah yang asli itu tak muncul dalam kitab alf layla wa-layla versi Arab. Kisah-kisah yang menarik itu justru baru muncul dalam The Arabian Nights yang diterjemahkan seorang sarjana Prancis bernama Jean Antonie Galland. Galland mengaku menulis kisah- kisah yang banyak diangkat ke dalam film di berbagai negara itu setelah mendengarnya dari seorang penutur cerita asal Aleppo, Suriah bernama Hanna Diab. Hikayat 1001 Malam yang merupakan sumbangsih peradaban Islam, kini telah menjadi cerita rakyat seluruh dunia. Sastra epik Arab di zaman kekhalifahan itu telah memberi pengaruh yang besar dalam peradaban manusia terutama dalam bidang kebudayaan.

Dengan sederet kisah yang memikat, hikayat 1001 Malam telah memberi warna dalam bidang sastra, film, musik dan permainan di berbagai belahan dunia. Itulah yang membuat dongeng 1001 Malam tak lekang digerus zaman. Selalu menemani perjalanan setiap generasi umat Manusia.

Dari versi Prancis hingga Portugis

Sejatinya, Jean Antonie Galland adalah seorang kolektor yang gemar berburu benda-benda antik. Perburuan barang antik yang dilakukan sarjana berkebangsaan Prancis itu telah mengantarnya pada sebuah naskah kumpulan dongeng Arab yang menakjubkan. Kumpulan dongeng yang dalam bahasa Arab berjudul kitab alf layla wa-laylaitu mampu memikat Galland.

Sang kolektor benda antik itu begitu yakin naskah kumpulan dongeng Arab yang ditemukannya begitu bernilai. Ia lalu menerjemahkan kitab dongeng 1001 Malam yang dtemukannya itu ke dalam bahasa Prancis yang bertajuk Les Mille et une nuits, contes arabes traduits en francais(Seribu satu malam cerita Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis).

Dongeng itu diterjemahkan ke dalam 12 jilid. Galland menerbitkan jilid pertama kisah 1001 Malam itu pada tahun 1704. Sedangkan, dua jilid terakhir diterbitkan pada tahun 1717. Dalam buku dongeng 1001 malam yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Prancis itu, Galland memuat dongeng-dongeng Arab lainnya seperti, Aladin Lampu Ajaib, Ali Baba, 40 Pencuri serta Sinbad si Pelaut. Dongeng itu tak tertulis dalam kitab 1001 Malam asli versi Arab.

Galland memuat cerita rakyat Timur Tengah itu dari seorang tukang dongeng dari Allepo, Suriah. Sejarah sastra mencatat, Galland sebagai orang pertama yang memperkenalkan dongeng 1001 Malam kepada masya - r akat Eropa. Kisah yang memikat itu pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat Eropa. Berkat alihbahasa yang dilakukannya, nama Galland pun berkibar di daratan Eropa.

Kisah 1001 Malam versi bahasa Inggris pun lalu muncul pada tahun 1885. Adalah penerjemah terkemuka bernama Sir Richard Francis Burton yang melakukan alih bahasa kitab alf layla wa- laylake dalam bahasa Inggris berjudul The Book of the Thousand Nights and a Night. Pada tahun itu dia menerbitkan 10 volume dongeng 1001 Malam. Kemudian, pada tahun 1886 dan 1888 Burton kembali menerbitkan enam volume tambahan dongeng itu.

Hikayat 1001 Malam versi bahasa terbaru diterjemahkan Powys Mathers. Versi teranyar itu didasarkan atas manuskrip Suriah abad ke-14 M yang terdapat di Bibliothäque Nationale. Pada tahun 2005, seorang sarjana Brasil Mamede Mustafa Jarouche mulai menerbitkan Hikayat 1001 Malam dalam bahasa Portugis. Baru-baru ini, hikayat 1001 Malam juga telah terbit dalam bahasa Indonesia.

Mereka yang Terpengaruh Hikayat 1001 Malam

Hikayat 1001 Malam telah mampu menyihir para sastrawan barat di era modern. Mereka yang ‘kesihir’ kehebatan kitab alf layla wa- laylaitu antara lain:

GOETHE
memiliki hubungan emosional yang erat dengan cerita rakyat asal Timut Tengah ini. Menu - rut Katharina Momsen, 1001 Malam mempunyai pengaruh kuat dalam karya-karya Goethe. Ia mulai tertarik dengan cerita-cerita itu sejak belia. Dalam beberapa puisinya, Goethe banyak menyebut ‘Syahrazaad’ (tokoh dalam Seribu Satu Malam). Salah satu novel terkenalnya Wilhelm Meisters Wanderjahre (Tahun-tahun pengembaraan di Wilhelm Meisters), menggunakan pola penceritaan Syahrazaad dalam 1001 Malam. Goethe tak hanya terpengaruh dengan pola penulisan yang disajikan dongeng rakyat Timur Tengah itu. Goethe juga kerap meminjam tema, judul cerita dan penokohan dari Seribu Satu Malam. ?

EDGAR ALLAN POE
Dia menulis cerita 1002 Malam. Cerita itu sangat terpengaruh dengan Hikayat 1001 Malam yang sangat populer.

BILL WILLINGHAM
Dia adalah pencipta buku komik seri fabel. Willingham menggunakan cerita 1001 Malam sebagai dasar cerita fabel yang dibuatnya yang berjudul 1001 Nights of Snowfall.

ALFRED TENNYSON DAN WILLIAM WORDSWORTH’S
Dongeng 1001 Malam ternyta juga telah memberi inspirasi terhadap syair dan puisi di Inggris. Puisi kedua penyair itu sangat dipengaruhi dongeng 1001 Malam. Pengaruh cerita rakyat itu mempengaruhi Alfred Tennyson dalam puisinya berjudul Recollections of the Arabian Nights(1830). Sedangkan puisi karya William Wordsworth’s yang terinspirasi 1001 Malam berjudul ‘The Prelude’ (1805).

0 Sejarah Android


Android adalah sistem operasi untuk peranti bergerak seperti telefon selular, komputer tablet dan notebook. Android dibangunkan oleh Google berdasarkan sistem perisian Linux dan perisian GNU. Android asalnya dibangunkan oleh Android Inc. (firma yang kemudiannya telah dibeli oleh Google). Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsortium daripada 34 syarikat telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Android mempunyai komuniti yang besar dalam membangunkan serta menulis aplikasi untuk pengembangan fungsi peralatan. Dianggarkan hampir 70,000 aplikasi untuk Android boleh didapati, menjadikanya sasaran pengembangan peralatan kedua paling popular untuk peralatan mobile.

Sejarah

Kerjasama dengan Android Inc.
Pada Julai 2000, Google bekerjasama dengan Android Inc., Syarikat yang berada di Palo Alto, California Amerika Syarikat. Para pengasas Android Inc. bekerja dengan Google, di antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Pada masa itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai peranti perisian telefon bimbit. Sejak dari itu muncul khabar angin bahawa Google hendak memasuki pasaran telefon bimbit. Di syarikat Google, pasukan yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program peranti bimbit yang disokong oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan kesungguhan bahawa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasaran telefon bimbit.

2007-2008: Produk awal
Sekitar September 2007 sebuah kajian melaporkan bahawa Google mengajukan hak cipta aplikasi telefon bimbit (akhirnya Google memperkenalkan Nexus One, salah satu jenis telefon pintar GSM yang menggunakan Android dalam sistem operasinya. Telefon bimbit ini dihasilkan oleh HTC Corporation dan terdapat di pasaran pada 5 Januari, 2010).

Pada 9 Disember 2008, diumumkan ahli baru yang menyertai program kerjasama Android ARM Holdings, Atheros Communications, dihasilkan oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, peranti mudah alih (mobile) yang merupakan pengubahsuaian kernel Linux 2.6. Sejak Android dikeluarkan telah dilakukan pelbagai kemas berupa pembaikan bug dan penambahan ciri baru.

Telefon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dikeluarkan pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 dianggarkan di dunia ini sekurang-kurangnya terdapat 18 jenis telefon bimbit yang menggunakan Android.

Android versi 1.1
Pada 9 Mac 2009, Google melancarkan Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan kemas estetik dalam aplikasi, jam penggera, voice search (carian suara), penghantaran mesej dengan Gmail, dan notis e-mel.

Android versi 1.5 (Cupcake)
Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali mengeluarkan telefon bimbit dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa kemas kini termasuk juga penambahan beberapa ciri-ciri dalam telefon bimbit versi ini iaitu kemampuan merakam dan menonton video dengan mod kamera, memuat video ke Youtube dan gambar ke Picasa terus dari telefon, sokongan Bluetooth A2DP, kemampuan disambungkan secara automatik ke alat dengar Bluetooth, animasi skrin, dan keyboard pada skrin yang boleh disesuaikan dengan sistem.

Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) dikeluarkan pada September 2009 dengan menampilkan proses carian yang lebih baik berbanding sebelumnya, penggunaan bateri penunjuk dan kawalan applet VPN. Ciri-ciri lain adalah album yang membolehkan pengguna untuk memilih gambar yang akan dihapuskan; kamera, camcorder dan album yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kenalan; teknologi text to change speech (tidak terdapat pada semua telefon; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Pada 3 Disember 2009 kembali dilancarkan telefon Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimuman hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan pelayar baru dan sokongan HTML5, senarai kenalan(phone contacts) yang baru, sokongan flash untuk kamera 3 , 2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.Untuk bergerak cepat dalam persaingan peranti generasi ini, Google melakukan pelaburan dengan mengadakan pertandingan aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Pertandingan ini berhadiah $ 25,000 bagi setiap pemaju aplikasi terpilih. Pertandingan diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah telefon Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam laman Internet juga dianggap penting untuk mencipta aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) dilancarkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain sokongan Adobe Flash 10.1, kelajuan prestasi dan aplikasi 2 hingga 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang digunakan Google Chrome yang mempercepatkan kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot mudah alih, dan kemampuan auto update di dalam aplikasi Android Market.

Android versi 2.3 (Gingerbread)
Pada 6 Disember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) dilancarkan. Perubahan-perubahan am yang didapati dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, skrin antara muka (User Interface) direka semula, sokongan format video VP8 dan WebM, kesan audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), sokongan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan sokongan jumlah kamera yang lebih daripada satu.

Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android Honeycomb direka khusus untuk tablet. Android versi ini menyokong saiz skrin yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeza kerana sudah direka untuk tablet. Honeycomb juga menyokong multi pemproses dan juga akselerasi (kelajuan) perkakasan (hardware) untuk grafik. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah Motorola Xoom.

Android versi 4.0 (ICS: Ice Cream Sandwich)
Diumumkan pada tarikh 19 Oktober 2011, membawa ciri Honeycomb untuk smartphone dan menambah ciri-ciri baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, rangkaian data pemantauan penggunaan dan kawalan, kenalan rangkaian sosial bersepadu, tambahan fotografi, mencari e-mel secara offline, dan berkongsi maklumat dengan menggunakan NFC .

Pasaran

Pasaran Android ( " Market" )adalah kedai perisian online yang dibangunkan oleh Google untuk peranti Android. Satu program permohonan ("app") yang dipanggil "Market" penanda pada kebanyakan peranti Android dan membolehkan pengguna untuk melayari dan memuat turun aplikasi yang diterbitkan oleh pemaju pihak ketiga, yang dihoskan di Pasaran Android. Sehingga Oktober 2011, terdapat lebih daripada 300,000 apps untuk Android, dan anggaran bilangan permohonan yang dimuat turun daripada Pasaran Android Disember 2011 melebihi 10 bilion. Sistem operasi itu sendiri dipasang pada 130 juta jumlah peranti
Peranti sahaja yang mematuhi dengan keperluan keserasian Google yang dibenarkan ke app tertutup-sumber Pasaran preinstall Google, Android dan mengakses Pasaran. [97] Pasaran penapis senarai permohonan yang dibentangkan oleh app Pasaran itu kepada orang-orang yang serasi dengan peranti pengguna, dan pemaju boleh menghadkan permohonan mereka kepada pembawa atau negara-negara tertentu atas sebab-sebab perniagaan.

Google telah mengambil bahagian dalam Pasaran Android dengan menawarkan beberapa aplikasi sendiri, termasuk Google Voice (untuk perkhidmatan Google Voice), Sky Map (untuk menonton bintang), Kewangan (bagi perkhidmatan kewangan mereka), Peta Editor (untuk perkhidmatan MyMaps mereka), Tempat Directory (Search Tempatan), Google Goggle bahawa searches oleh imej, gerak isyarat Search (untuk menggunakan huruf dan nombor jari bertulis untuk mencari kandungan telefon), Google Translate, Pembeli Google, Dengar untuk podcast dan Jejak saya, berjoging permohonan. Pada bulan Ogos 2010, Google telah melancarkan "Tindakan suara untuk Android", yang membolehkan pengguna untuk mencari, menulis mesej, dan memulakan panggilan dengan suara.

Selain itu, pengguna boleh memasang aplikasi dari kedai-kedai aplikasi pihak ketiga seperti Appstore Amazon, atau secara langsung ke peranti semula jika mereka mempunyai fail APK permohonan.

sumber wikipedia

0 Rahsia Keluarga Raja Tutankhamun

Test DNA membuktikan kebenaran tentang orang tua sang raja dan petunjuk baru tentang kematian dini dirinya.
Raja Tutankhamun 

   Kisah Tutankhamun bagaikan sebuah drama yang berakhir sebelum selesai ditulis.

 Ada beberapa rahasia dari Firaun yang terungkap berkat penelitian lebih mendalam terhadap muminya. Dari penelitian tersebut diperoleh penemuan luar biasa tentang hidupnya, kelahirannya, dan kematiannya. Hasil CT scan mumi Raja Tutankhamun tahun 2005 menunjukkan bahwa ia bukan mati akibat pukulan di kepala sebagaimana dugaan sebelumnya. Analisis menunjukkan bahwa lubang pada bagian belakang tengkorak merupakan bagian dari proses mumifikasi. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa Tutankhamun meninggal dalam usia 19, mungkin tak lama setelah mengalami cedera patah tulang pada kaki kirinya. Tapi masih ada misteri lain disekitar kematian Tutankhamun yang bahkan CT scanner tidak mampu mengungkapkan.

Babak pertama kehidupan Tutankhamun dimulai sekitar 1390 SM, beberapa dekade sebelum kelahirannya, yakni semasa Fir’aun Agung Amenhotep III menduduki takhta Mesir. Keberhasilannya mengelola kerajaan yang luasnya membentang dari 1.200 mil di Utara Efrat hingga ke Katarak ke-4 Nil di Selatan, raja dari dinasti ke-18 ini memiliki kekayaan yang sungguh luar biasa. Dengan didampingi oleh ratu Tiye yang kuat, Amenhotep III berkuasa selama 37 tahun. Ia menyembah dewa-dewa nenek moyang, termasuk semua Amun. Rakyatnya makmur dan kekayaan mengalir deras ke kas kerajaan dari kepemilikan asing di Mesir.

Jika Babak pertama adalah lakon tentang tradisi dan stabilitas, Babak II adalah pemberontakan. Ketika Amenhotep III meninggal, ia digantikan oleh putra keduanya, Amenhotep IV-seorang visioner aneh yang berpaling dari Amun dan dewa-dewa lain dari jajaran dewa negara, dan memuja dewa tunggal yang disebut Aten, dewa matahari.

Pada tahun kelima pemerintahannya, ia mengganti namanya menjadi Akhenaten -“Dia yang bermanfaat bagi Aten”. Dia mengangkat dirinya sebagai dewa hidup, meninggalkan pusat agama tradisional di Thebes dan membangun sebuah kota seremonial besar 180 mil di utara, yang sekarang disebut Amarna. Di sini ia tinggal bersama istrinya yang termashur, Nefertiti, permaisuri yang amat jelita, yang secara bersamaan menasbihkan diri sebagai pendeta tinggi dari Aten dibantu oleh keenam putri mereka

Dengan beralihnya kepercayaan tsb, semua kekuasaan dan kekayaan imamat Amun dilucuti, dan Aten jadi pemegang kekuasaan tertinggi. Pada periode ini seni juga didominasi dengan naturalisme baru yang revolusioner; Firaun sendiri tidak dicitrakan dengan wajah yang ideal, muda dengan tubuh berotot sebagaimana Firaun sebelumnya, malah berpenampilan sebagai banci, berperut gendut berbibir tebal, dengan wajah tirus memanjang.
Akhenaten

Hasil CT scan mutakhir dari mumi juga menunjukkan bahwa keluarga menderita penyakit bawaan, seperti sindrom Marfan, yang mungkin dapat menjelaskan terjadinya wajah memanjang dan penampilan feminin yang menonjol dalam seni pada periode Amarna. Tidak pernah ditemui patologi seperti itu. Penggambaran berkelamin dua Akhenaten dalam seni tampaknya merupakan refleksi dari identifikasinya dengan dewa Aten, yang berkelamin laki-laki dan perempuan dan karenanya menjadi sumber dari segala kehidupan.

Babak akhir pemerintahan Akhenaten muncul agak membingungkan dimana seorang atau mungkin dua raja memerintah untuk jangka waktu yang relatif singkat, baik bersama Akhenaten, setelah kematiannya, atau mungkin keduanya. Para ahli Mesir Kuno meyakini bahwa selain sosok “raja” sesungguhnya adalah Nefertiti, ada pula sosok misterius bernama Smenkhkare, yang hampir tak ada keterangan sedikitpun tentang siapa dia sesungguhnya.

Selanjutnya ketika tirai Babak ke-III terkuak, takhta telah beralih ketangan anak muda berusia 9 tahun bernama Tut Ankhaten (“gambar hidup dari Aten”).

Dalam dua tahun pertama masa pemerintahannya, dia bersama istrinya, Ankhesenpaaten (anak dari Akhenaten dan Nefertiti), meninggalkan Amarna dan kembali ke Thebes, membuka kembali kuil dan memulihkan kemuliaan dan kekayaan Thebes. Mereka mengubah nama mereka menjadi Tutankhamun dan Ankhesenamun dan memproklamirkan penolakan mereka terhadap “ajaran sesat” Akhenaten dan kembali mendewakan Amun.

Sepuluh tahun setelah naik takhta, Tutankhamun mati tanpa meninggalkan ahli waris yang menggantikannya. Dia buru-buru dimakamkan di sebuah makam kecil yang lebih merupakan makam orang kebanyakan dibanding makam seorang raja. Ironisnya, kurang dari satu abad setelah kematiannya, kuburan yang rapat tersembunyi dibalik struktur yang dibangun di atasnya,  sudah terlupakan, bahkan oleh para penjarah kuburan Fir’aun hingga saat penemuannya tahun 1922 dengan lebih dari 5.000 artefak di dalam kuburnya.
Ankhesenamun

Siapakah ayah dan ibu Tutankhamun? Siapa yang menjadi jandanya, apakah Ankhesenamun? Apakah dua fetus mumi yang ditemukan pada makamnya Raja Tutankhamun adalah anak-anaknya yang lahir prematur, atau sekedar perangkat pensucian untuk menemaninya ke akhirat?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, para ahli terus melakukan penelitian, antara lain melalui test DNA terhadap mumi Tutankhamun dan 10 mumi lain yang diduga kuat merupakan keluarga dekatnya. Penelitian dilakukan dibawah pimpinan ilmuwan Mesir Yehia Gad dan Somaia Ismail dari Pusat Penelitian Nasional di Kairo, dan CT scan di bawah pengarahan Ashraf Selim dan Sahar Salim Fakultas Kedokteran di Universitas Kairo. Tiga pakar internasional lain yang bertindak sebagai konsultan adalah: Carsten Pusch dari Eberhard Karls University of Tübingen, Jerman; Albert Zink dari Institut EURAC-mumi dan Iceman di Bolzano, Italia; dan Paul Gostner dari Rumah Sakit Pusat Bolzano.

Dari gambar CT mumi, Ashraf Selim dan rekan menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak diperhatikan yakni: adanya sambungan pada kaki kiri Tutankhamun; sebuah tulang jari hilang; dan tulang-tulang bagian kaki yang hancur akibat nekrosis- secara harfiah, “jaringan mati”.

Para ahli juga mencatat keberadaan 130 tongkat di makam Tutankhamun yang beberapa di antaranya menunjukkan tanda-tanda jelas telah digunakan. Beberapa ahli berpendapat bahwa tongkat semacam itu merupakan simbol kekuasaan dan bahwa kerusakan kaki Tutankhamun mungkin terjadi selama proses mumifikasi. Tapi analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan tulang baru yang terjadi dalam menanggapi nekrosis, membuktikan kondisi itu hadir dalam hidupnya. Keberadaan sambungan tulang kaki dan penyakit tulang  jelas dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk berjalan,  dan dari semua Fir’aun, hanya Tutankhamunlah yang divisualisasikan melakukan berbagai kegiatan sambil duduk, seperti bidikan panah dari busur atau menggunakan lemparan tongkat. Ini bukan sekedar raja yang menggenggam tongkat simbol kekuasaan melainkan indikasi seorang anak muda yang membutuhkan tongkat untuk berjalan.

Penyakit tulang Tutankhamun boleh jadi melumpuhkan, tetapi tidak mesti berakibat fatal. Untuk melihat lebih jauh ke kemungkinan penyebab kematiannya, muminya diuji untuk menemukan untuk jejak genetik berbagai penyakit menular. Berdasarkan keberadaan DNA dari beberapa strain parasit yang disebut Plasmodium falciparum, tampak jelas bahwa Tutankhamun telah terinfeksi malaria akut dan beberapa kali mengidap berbagai penyakit yang parah.

Apakah malaria si membunuh raja? Mungkin. Penyakit ini dapat memicu respons imun fatal dalam tubuh, menyebabkan kejutan peredaran darah, dan mengakibatkan pendarahan, kejang, koma, dan kematian.
Siapa ibu Tutankhamun?

Yang tak kalah mengejutkan adalah, DNA wanita muda yang ditemukan tergeletak di samping Tiye di ceruk dari KV35, menunjukkan bahwa ia adalah anak raja sekaligus juga putri Amenhotep III dari Tiye, sebagaimana halnya Akhenaten. Akhenaten ternyata memiliki anak laki-laki dari saudara perempuannya sendiri yang dikemudian diketahui sebagai Tutankhamun. Incest, memang kerap terjadi di kalangan raja-raja Mesir kuno yang dalam kasus ini menjadi benih kematian dini bagi anak-anak mereka. Kesehatan Tutankhamun tampaknya telah rentan sejak ia masih dalam kandungan karena Ibu dan ayahnya adalah saudara kakak beradik.

Di antara sekian banyak artefak indah yang dikuburkan bersama Tutankhamun, terdapat sebuah kotak gading-panel kecil, diukir dengan tempat pasangan kerajaan. Tutankhamun bersandar pada tongkatnya sementara istrinya memegang seikat bunga. Dalam hal ini digambarkan mereka tampil tenang dalam kasih. Kegagalan cinta yang mengakibatkan bukan hanya berakhirnya keturunan bahkan juga dinasti.

Dinasti baru berikutnya diawali oleh Fir’aun Ramses I. Di bawah kekuasaan cucu Ramses Agung, Mesir mencuat ke puncak baru kekuasaan kekaisaran. Lebih dari yang lainnya, ia adalah Raja yang bekerja keras menghapus semua jejak Akhenaten, Tutankhamun, dan “bidah” lain periode Amarna dari sejarah.

Hasil analisis DNA ini yang kemudian diterbitkan dalam Journal of American Medical Association edisi bulan Februari, menunjukkan bahwa genetika dapat menyediakan perangkat baru yang kuat untuk meningkatkan pemahaman kita tentang sejarah Mesir, terutama bila dikombinasikan dengan studi radiologis dari mumi dan wawasan yang diperoleh dari catatan arkeologi.

Wallahu’alam

Disunting oleh fanya dari :

National Geographic Magazine edisi September 2010

King Tut’s Family Secrets By Zahi Hawass

Photograph by Kenneth Garrett

0 Champa: Negeri Melayu Yang Hilang Dari Peta

Ratusan tahun sebelum Bangsa Melayu menangisi kehilangan pulau Singapura, kita telah lama kehilangan satu wilayah yang cukup luas, iaitu hampir meliputi keseluruhan pantai timur Indochina. Lebih menyakitkan, wilayah tersebut menyimpan seribu satu rahsia dan bukti tamadun awal rumpun Melayu yang pernah menguasai hampir keseluruhan kawasan daratan dan perairan Asia Tenggara. Negara tersebut, tidak lain dan tidak bukan, adalah Champa, yang telah berhadapan dengan serangan dan migrasi besar-besaran secara berterusan selama ratusan tahun daripada satu kaum yang berasal dari selatan Negara China iaitu Dai-Viet. Kehilangan Champa sama seperti kehilangan Patani yang mewarisi keagungan Langkasuka juga akibat serangan dan migrasi berterusan daripada kaum Thai (Sukotai, Ayutthaya dan Chakri) yang juga berasal dari selatan China. Champa, atau apa jua panggilan kepadanya, seperti Lin Yi dan Houan-Wang (catatan China), Kembayat Negara (Syair Siti Zubaidah – Perang China), dan Tawalisi (catatan Ibnu Battutah) kini hanya tinggal sejarah dan penduduknya hidup bertaburan terutamanya di Vietnam serta Kemboja dan menjadi kaum minoriti di bumi sendiri.

Kali terakhir Champa berjaya bangkit membela nasib sendiri adalah semasa di bawah pemerintahan Raja teragung mereka iaitu Che Bo Nga, yang dinyatakan dalam lagenda Cham sebagai Binasuar, manakala Sejarah Dinasti Ming mencatatkan namanya sebagai Ngo-Ta-Ngo-Tcho, memerintah mulai sekitar tahun 1360 Masihi. Malangnya, kebangkitan Che Bo Nga ibarat seperti ‘sinar matahari yang penghabisan sebelum terbenam’. Di bawah pimpinan baginda, Champa kembali bangkit dari tahun 1361 hingga 1390 Masihi dengan melancarkan beberapa serangan balas kepada pihak Dai-Viet dan memenanginya. Malangnya, baginda akhirnya mangkat pada bulan Februari 1390 Masihi akibat pengkhianatan daripada salah seorang pengawalnya sendiri yang menyebabkan perahu baginda dikepung oleh tentera Vietnam. Apa yang menarik, kebanyakan pengkaji sejarah bersepakat bahawa Sultan Zainal Abidin, tokoh yang dinyatakan di dalam sebuah hikayat Melayu lama iaitu Syair Siti Zubaidah merujuk kepada Che Bo Nga itu sendiri, sedangkan kebanyakan pengkaji sejarah Barat bersetuju Raja-raja Champa hanya mula memeluk Islam bermula pada abad ke-17 iaitu berdasarkan catatan seorang paderi bernama M. Mahot yang bertugas di Champa pada tahun 1676 hingga 1678 Masihi dan mengatakan bahawa Raja dan sebahagian besar penduduk Negara Champa telah menerima agama Islam yang disebarkan oleh orang Melayu yang telah ramai berhijrah dan menetap di sana. Laporan Mahot ini telah disahkan oleh seorang paderi lain bernama M. Freet apabila dia menyaksikan sendiri keIslaman Raja Champa dan telah dihadiahkan sebuah Al-Quran. 

Mahkota Kebesaran Champa

Maklumat mengenai Raja-raja Champa khususnya daripada riwayat tradisi Kelantan pula memberikan perspektif yang berbeza daripada sejarah umum kerana dinyatakan bahawa kebanyakan Raja-raja Champa semasa era Pandurangga (Phan Rang) sebagai ibukota telah beragama Islam dan mempunyai hubungan kekerabatan dan persaudaraan yang erat dengan Negeri-negeri Melayu di pantai timur semenanjung Tanah Melayu. Sebagai contoh, Raja Bo Tri Tri dikatakan adalah Wan Bo, anak kepada Ali Nurul Alam (Patih Majapahit Barat yang berpusat di Kelantan) serta cucu kepada Sayyid Hussein Jamadil Kubra, tokoh terulung penyebar syiar Islam di Nusantara. Wan Bo dikatakan telah meninggalkan Patani dan pergi ke Champa menjadi panglima perang untuk membantu bapa mertuanya iaitu Raja Chandranekalawa atau Ban-La-Tra-Toan menentang Dai-Viet. Selepas mengalami kekalahan dalam peperangan pada tahun 1471 Masihi, Wan Bo bersama-sama rakyat Champa yang lain telah berundur ke kawasan selatan yang berpusat di Pandurangga. Baginda kemudian diisytiharkan sebagai Raja Champa dengan gelaran Sultan Wan Abu Abdullah untuk menggantikan bapa mertuanya iaitu Ban-La-Tra-Toan yang telah ditawan dan mangkat dalam tahanan musuh. Pemerintahannya berakhir sehingga tahun 1478 Masihi dan digantikan oleh dua orang anak saudaranya iaitu Wan Abu Yusof dan kemudiannya Wan Abdul Kadir atau Kou Lai (1478-1515 Masihi). 

Riwayat Kelantan juga menyatakan bahawa Datu wilayah Jambu yang juga pemangku Sultan Patani iaitu Datu Nik Musthapa telah kembali ke Champa bagi membebaskan bumi Melayu-Islam tersebut daripada pencerobohan rejim Nguyen pada tahun 1570. Raja Champa, Sultan Yaakub Syahibuddin yang sudah sangat lanjut usianya telah ditawan dan mangkat dalam kurungan sangkar besi semasa diarak ke Kota Hue. Pada tahun 1577, Datu Nik Mustapha membawa 10,000 orang tentera Patani dan bersama anak saudaranya Sultan Adiluddin yang membawa 5,000 orang tentera Kelantan bertolak dari kota Pengkalan Datu, Kelantan dan menyerang Dai-Viet untuk merebut kembali Pandurangga. Sebahagian besar dari bumi Champa yang telah jatuh ke tangan Dai-Viet sejak tahun 1471 Masihi telah dapat dikuasai semula sehingga hampir ke Kota Hue. Setelah peperangan tamat dalam tahun 1580, Datu Nik Mustapha telah ditabal menjadi Raja Champa dengan gelaran Sultan Abdul Hamid Syah. Di kalangan orang-orang Cham dan Vietnam, baginda lebih dikenali degan pangilan Po Rome, manakala orang-orang Kemboja memanggil baginda Ong Tpouo.

Walaubagaimanapun, dalam tahun 1684 Masihi, Champa telah kalah dalam peperangan dengan Dai-Viet dan Negeri Kelantan telah dibanjiri oleh pelarian dari Champa termasuklah rajanya sendiri iaitu Po Ibrahim (Po Nrop). Po Ibrahim kemudian telah berangkat bersama pengikutnya meninggalkan Kelantan dan berpindah ke Kampong Brek Bak di dalam wilayah Cham di Kemboja untuk meneruskan penentangan terhadap Dai-Viet. Putera kepada Po Ibrahim iaitu Wan Muhammad telah diangkat oleh Dai-Viet menjadi Raja Champa bergelar Po Jatamuh setelah baginda bersedia mengakui untuk membayar ufti kepada Kerajaan Nguyen.

Setelah Po Jatamuh mangkat, kekandanya iaitu Wan Daim yang sebelum itu merupakan Datu Negeri Jambu telah diangkat menjadi Raja Champa bergelar Po Top. Dalam tahun 1692, baginda cuba memberontak terhadap regim Nguyen setelah membuat pakatan dengan ayahandanya Po Ibrahim yang sedang berada di Kemboja dan kemudian terjadilah serangan serentak di dalam negeri dan perbatasan Kemboja. Walaubagaimanapun, Wan Daim tewas dalam peperangan tersebut dan berundur kembali bersama keluarganya ke Patani, sementara ayahandanya Po Ibrahim yang telah tua mangkat di Kemboja dan dimakamkan di Kampong Brek Bak. Raja-raja Champa selepas itu tidak lagi memiliki kedaulatan sehinggalah Kerajaan Champa dihapuskan sepenuhnya di bawah pemerintahan rajanya yang terakhir iaitu Po Chong Chan.

Sejarah kemegahan dan tamadun Champa yang cukup panjang iaitu memakan masa ratusan tahun tidak cukup untuk diulas dan dimuatkan semuanya dalam ruangan artikel yang terhad ini. Namun begitu, ianya bagaikan tidak bermakna pada hari ini kerana hanya tinggal sisa-sisa sejarah. Wilayah kekuasaannya telah menyusut sedikit demi sedikit sebelum hilang sepenuhnya dan kini seolah-olah menjadi tanahair asal untuk kaum Dai-Viet. Negara Champa telah merakamkan sisi gelap yang sering menyebabkan kejatuhan sesebuah Kerajaan di Nusantara, terutamanya disebabkan perpecahan di kalangan pembesar negara dan rakyatnya serta pengkhianatan yang dibuat oleh orang kepercayaan sendiri disebabkan sifat tamakkan ganjaran dunia. Malahan, kebanyakan orang Melayu sendiri pada hari ini tidak kira di negara kita, Singapura, Brunei dan Indonesia pun kadang kala tidak tahu mengenai kewujudan negara Champa. 

Adalah amat mustahil untuk sebuah negara Champa wujud semula pada hari ini. Kadang kala penulis berfikir, mungkin kemusnahan Champa sebagaimana yang telah ditakdirkan boleh dijadikan iktibar untuk renungan kita semua pada hari ini bahawa kegemilangan dan tingkat tamadun bukanlah satu jaminan untuk sesebuah negara itu akan kekal selamanya, melainkan dengan izin Allah jua. Begitu juga dengan kehilangan pulau Singapura, dapat kita pelajari bagaimanakah bentuk dan corak negara kita pada masa akan datang jika kita terus tertipu dengan permainan golongan Ultra-kiasu. 

Penulis hanya ingin menekankan kepada dua aspek iaitu bersatu dan amanah kepada pembaca sekalian. Kita boleh berbeza fahaman seperti fahaman politik antara UMNO-PAS, tetapi jangan sesekali menggadaikan kepentingan agama, bangsa dan tanahair sendiri. 

Pada hari ini, ada berpuluh blog dan laman sesawang yang diwujudkan hanya untuk menyerang mereka yang berbeza fahaman politik sesama kita, walaupun kadangkala ianya berlebihan hingga 'melondehkan' keaiban kita semua sendiri kepada 'pihak luar', tetapi boleh dibilang dengan jari bilangan blog yang menyeru kepada mencari titik persamaan dan persefahaman dan menggalakkan penyatuan disebalik perbezaan yang wujud. 

Jangan menyesal jika anak cucu kita pula kelak pada masa akan datang yang akan menangisi ‘kehilangan’ negara mereka dan menyalahkan serta mengutuk tindakan yang telah kita semua buat pada hari ini.

0 Nazi propaganda during the Second World War



























































0 Old And Rare Dollar Bills

Old And Rare Dollar Bills, 21 More images after the break...


 

kkawan blogspot 2013 Copyright © 2013 - |- Template created by PaksuTrubo - |- Powered by Blogger Templates